Sponsor

Jangan Egois, Jangan Sombong


Sebuah cerita menarik,
Ada seorang peternak ayam, sebutlah namanya pak Fulan, dia mempuyai ayam yang cukup banyak, tapi sayang semua ayamnya adalah betina kecuali satu jantan dan itupun umurnya sudah sangat tua, sehingga para betina tidak kunjung bertelur. Suatu hari pak Fulan membeli satu ayam jantan muda(sebenarnya ini ayam jantan muda yang ke-10 yang pak Fulan beli), berharap akan mampu membuahi ayam-ayam betina sehingga dapat bertelur banyak.
Sesaat setelah dibeli, ayam jantan muda tersebut dilepaskan dikandang. -sekilas cerita dalam kandang- ayam jantan muda bertemu dengan ayam jantan yang sudah tua, dan terjadilah percakapan, "Oh ternyata ada seorang pak tua disini, saya kira saya sendirian" kata ayam jantan muda. "Emangnya kenapa kalau ada saya?" tanya ayam jantan yang sudah tua. "Oh, pantas saja manusia itu membeli saya, rupanya dia tahu bahwa hanya saya yang bisa memberinya banyak telur, sekarang enyahlah kau pak tua! kau sudah tidak berguna lagi"kata ayam jantan muda dengan sombong, "Tidak, saya akan pergi jika kau bisa mengalahkanku, tapi jika kau tidak bisa mengalahkanku, maka kita bagi sama kekuasaan di kandang ini" tegas ayam jantan yang sudah tua. "Mengalahkanmu?belum apa-apapun kau sudah kalah pak tua, akau sudah tidak bisa berbuat apa-apa" berkata dengan lebih sombong saang ayam muda tadi. "begini saja, kita adakan lomba lari 100 meter! jika saya kalah, maka silahkan kau kuasai semua yang ada di kandang ini, dan akau tidak akan mengganggumu lagi."pinta ayam jantan yang sudah tua, "OK, melawan tua bangka sepertimu, tidak akan membuatku lelah." kata ayam muda meremehkan. "Tapi ada satu syarat"kata ayam jantan yang sudah tua tadi. "Apa itu?"tanya ayam muda, "karena aku sudah tua, maka biarkan aku lari lebih dulu 25 meter, setelah itu baru kau menyusul." pinta ayam jantan yang sudah tua tadi, "OK, gak masalah" jawab ayam muda.
Akhirnya lomba lari pun dimulai, dengan ayam jantan tua lari duluan, setelah 25 meter baru ayam jantan muda mengikuti. Karena perbedaan usia dan tenaga ayam jantan muda tinggal sedikit lagi dapat menyusul bahkan mendahului ayam jantan tua, tapi tiba-tiba terdengar suara tembakan "DOR", semua ayam betina yang menyaksikan berhamburan lari ketakutan. Tak disangka ayam jantan muda tadi terkapar bersimbah darah, dia mati menggelepar terkena tembakandari pak Fulan. sambil memungut bangkai ayam jantan muda tadi pak Fulan menggerutu, "Sial, ini ayam homo ke-10 yang aku beli. Bukan mengejar ayam-ayam betina, malah mengejar ayam jantan".

OH, ternyata nasib ke sembilan ayam yang dibeli pak Fulan sama dengan nasib ayam jantan muda tadi. Ya, mereka mati ditembak oleh pak Fulan.

Mungkin anda akan tersenyum, bahkan bisa tertawa terbahak-bahak membaca cerita ini, tapi dapatkah anda mengambil pelajaran darinya?


dikutip dari sebuah buku "Masalahku Sahabatku" dengan beberapa tambahan dan editan.

About Kang Muhtar